16 Laporan Warnai Pilgub Jambi

16 Laporan Warnai Pilgub Jambi

801
BERBAGI
Sumber : Bawaslu DKI Jakarta

Studi banding Pilkada serentak 2015 dilaksanakan tanggal 8 sampai dengan 10 Desember 2015 di Provinsi Jambi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengikutsertakan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, mendapatkan banyak informasi penting untuk menghadapi Pilgub DKI Jakarta Tahun 2017.

Asnawi, Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi menyampaikan bahwa dalam hal pemutakhiran data pemilih (DPS ke DPT) sidalih sering mengalami error sehingga gagal unggah yang menyebabkan dihampir semua TPS terdapat DPTb1. Keterlibatan PNS, black campaign, perusakan alat peraga kampanye, kampanye tidak sesuai jadwal, dugaan money politik juga mewarnai kegiatan kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon Gubernur / Wakil Gubernur Provinsi Jambi.

Bawaslu maupun KPU sangat kesulitan mengakses data yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan, sehingga DPT dalam Lapas terkesan disembunyikan dan ada kejadian di salah satu lapas yang pemilihnya 100 % memilih salah satu pasangan calon. Dalam hal penindakan pelanggaran, Bawaslu Provinsi Jambi menerima 16 laporan diantaranya ada 3 dugaan money politik, 2 ASN, 10 dugaan pelanggaran administratif dan 1 dugaan kode etik. “Ungkap” Ribut, Pimpinan Bawaslu Jambi.

Achmad Fachrudin, Pimpinan Bawaslu DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Provinsi Jambi yang bersedia berdiskusi mengenai beberapa persoalan yang terjadi di Pilgub Jambi, karena bukan tidak mungkin hal tersebut juga akan terjadi pada Pilgub DKI Jakarta nantinya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.